
Bandung – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) STTMI kembali menyelenggarakan kegiatan Mining Talk #2 pada 20 Mei 2026 sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan wawasan akademik dan profesional mahasiswa di bidang pertambangan. Kegiatan ini menghadirkan Agustinus Ulan, S.T., alumni STTMI angkatan 2019 yang saat ini berkiprah di industri pertambangan. Acara turut dihadiri oleh dosen STTMI serta mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan dan Teknik Geologi.
Mengusung tema “Perencanaan Tambang Modern: Strategi Optimasi Desain dan Produksi dalam Industri Pertambangan Berkelanjutan”, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan tambang yang efektif dalam menghadapi tantangan industri pertambangan yang semakin dinamis, kompleks, dan kompetitif.
Dalam pemaparannya, Agustinus Ulan menjelaskan bahwa perencanaan tambang merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan suatu operasi pertambangan. Menurutnya, perencanaan yang baik tidak hanya berfokus pada pencapaian target produksi, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek keselamatan kerja, efisiensi biaya operasional, serta keberlanjutan lingkungan.
Materi yang disampaikan mencakup gambaran umum mengenai dasar hukum pertambangan dan tahapan kegiatan pertambangan, mulai dari eksplorasi, studi kelayakan, pengembangan tambang, hingga tahap produksi. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya optimasi desain tambang sebagai upaya meningkatkan produktivitas operasi sekaligus meminimalkan risiko teknis maupun ekonomi.
Selain membahas aspek perencanaan, narasumber turut mengulas berbagai faktor teknis yang mendukung keberhasilan operasi tambang modern, seperti geoteknik tambang, perencanaan produksi, pengelolaan alat berat, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses pengambilan keputusan. Penggunaan data dan teknologi digital dalam kegiatan perencanaan tambang menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian khusus selama sesi diskusi.
Aspek pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Peserta diperkenalkan pada berbagai upaya yang dilakukan perusahaan pertambangan dalam meminimalkan dampak lingkungan, termasuk melalui kegiatan reklamasi lahan pascatambang, pengelolaan limbah, serta penerapan prinsip-prinsip pertambangan berkelanjutan yang semakin menjadi tuntutan industri saat ini.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari para peserta. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi, mulai dari tantangan dunia kerja di sektor pertambangan, perkembangan teknologi yang digunakan industri, hingga peluang karier bagi lulusan teknik pertambangan dan geologi.
Melalui penyelenggaraan Mining Talk #2, HMTP STTMI berharap mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai praktik perencanaan tambang modern serta berbagai tantangan yang dihadapi industri pertambangan saat ini. Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi akademik, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara mahasiswa, alumni, dan dosen dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi kebutuhan dunia industri.
Mining Talk merupakan salah satu program pengembangan keilmuan yang secara rutin diselenggarakan oleh HMTP STTMI sebagai wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan antara akademisi, mahasiswa, alumni, serta praktisi pertambangan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan STTMI di masa mendatang.